Malam minggu, dan hujan.
Entah bagaimana pikiran absurd ini muncul, "Doa para jomblo sedang dijamah oleh Yang Kuasa Pencipta Alam." πŸ˜†
〜〜〜

Berbicara perkara hubungan antar manusia, tentu tidak akan lepas dari berbagai istilah atau sebutan yang dilekatkan padanya. Kita memiliki banyak sebutan untuk semua jenis hubungan, mulai dari sahabat, pacar, orangtua, keluarga, anak, saudara, dan masih banyak lagi. Termasuk istilah yang menjadi tema dalam tulisan saya kali ini, yaitu jomblo atau single.

"Jomblo",
Salah satu istilah yang sangat familiar dikeseharian zaman now. Sebuah istilah lintas generasi yang terus menunjukan eksistensinya. Istilah yang berkembang bak jamur disemua lapisan sosial masyarakat, bahkan anak sekolah dasar (SD) sebagian besar tahu apa itu jomblo.

Dalam pandangan umum, jomblo dilekatkan pada siapapun di tanah air ini yang belum memiliki pasangan hidup (pacar/kekasih), tanpa membedakan suku bangsa, agama, ras, warna kulit, apalagi profesi. Selama kamu diketahui belum memiliki pasangan, maka masyarakat (dengan atau tanpa kesepakatan bersama) akan menyebut atau memberimu gelar Jomblo. 😁

Ironisnya, meski dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata "Jomblo" yang merupakan bentuk tidak baku dari kata "Jomlo" memiliki arti gadis tua, pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup, panggilan Jomblo malah sering mengarah pada konotasi dari keadaan "tidak laku".

Disinilah awal mula tumbuh benih-benih kesedihan kaum jomblo. Makin hari makin membuat perihatin, sampai akhirnya beredar sebuah kalimat pendek nan menusuk hati, "Single itu pilihan, Jomblo itu nasib."😝


Tak hanya itu, masih banyak lagi.






Dan masih banyak lagi... πŸ˜…

Waktu berlalu, hari berganti, panggilan "Jomblo" mulai memasuki zona diskriminatif.
Setuju atau tidak, tapi judul berita disalah satu media informasi ternama di Tanah Air ini membuktikannya.


Bagaimana ?
Seorang laki-laki diduga membunuh tetangganya sendiri karena sering dikatain jomblo. Dan berita ini baru dirilis pada 1 Februari 2018 lalu.

Kasus ini membuktikan bahwa panggilan jomblo ternyata dapat memicu ketersinggungan (konflik) atau tekanan bagi yang bersangkutan hingga melakukan tindakan yang sangat disesalkan.

Kejadian-kejadian seperti ini sangat mungkin terjadi dan terulang kembali. Apalagi jika seseorang yang kebetulan jomblo tersebut, memiliki mental kerupuk. Kena air, kemudian hilang bentuk dan identitasnya.

Walau demikian, harusnya peristiwa ini juga menjadi pembelajaran bersama. Bahwa dalam labeling jomblo pada seseorang dalam takaran yang wajar. Jangan berlebihan dan berubah menjadi salah satu bentuk bullying, yang secara psikis (mental) dapat memberikan tekanan batin tersediri. Kita tidak pernah tahu kesulitan dan cobaan seperti apa yang telah mereka lalui untuk mengakhiri masa "kesendiriannya". 😏



Kepahlawanan "Single",

Saya teringat pendapat Thomas Hobbes, seorang filsuf berkebangsaan Inggris yang pernah mengatakan;
Manusia hanya mempunyai satu kecenderungan dalam dirinya, yaitu keinginan mempertahankan diri.
Mungkin pemikiran inilah yang mengawali mencuatnya istilah "Single" ditengah-tengah merebaknya virus "Jomblo" yang semakin merajalela.

Single bisa jadi merupakan salah satu jurus paling ampuh yang digunakan oleh kaum jomblo untuk mempertahankan hidup dan menjaga kehormatannya. Sebab panggilan Single dinilai lebih terhormat daripada julukan jomblo. Kenapa ? karena dua keadaan yang sebenarnya sama ini memiliki sejarah dan penyebab yang berbeda.

Maksud saya, pandangan umum (terutama netizen) terhadap dua istilah ini sangatlah berbeda.

Pertama, Single dimaknai sebagi suatu keadaan dimana seseorang dengan penuh kesadaran dan keinginan sendiri memutuskan untuk tidak menjalin hubungan cinta dengan orang lain (meskipun banyak pilihan) dalam jeda waktu tertentu. πŸ˜‡Jadi seorang single diklaim tidak pernah merasa sedih, galau, apalagi kesepian hanya gara-gara memikirkan pasangan hidup. Mereka menjalani hidup seperti tidak terjadi apa-apa.

Kedua, berbeda dengan jomblo, ini adalah suatu keadaan dimana seluruh daya usaha seseorang untuk memiliki pasangan hidup belum direstui oleh semesta alam untuk waktu yang tidak dapat diidentifikasi. πŸ˜…Mereka memiliki kecenderungan sedih, galau, dan merasa kesepian yang tinggi.

Dengan dua pandangan ini, maka panggilan single dinilai lebih bermartabat, terhormat, dan tanpa cela.
Yang jadi pertanyaan besar kemudian, "kesendirian" seseorang ternyata sangat sulit diidentifikasi apakah termasuk kategori jomblo atau single. Yang tahu hanya Tuhan dan mereka sendiri. Disinilah, jomblo mendapat kesempatan menyamarkan warna dan menyelamatkan diri. 😎



Di media sosial facebook, pernah beredar sebuah video seorang bocah perempuan yang mengatakan sesuatu yang begitu mengena dihati. kurang lebih begini;
"Manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Kalau kamu tidak punya pasangan, berarti kamu Bukan Manusia"
Yang diakhiri dengan gelak tawa si bocah, ditambah efek suara tertawa ala acara komedi zaman dulu.

Tidak cukup selalu disalahkan karena hujan dimalam minggu, jomblowan dan jomblowati selalu kena sidir, bahkan oleh bocah kelas 1 SD.

Tapi bagaimanapun, status jomblo atau single masih lebih baik daripada mereka yang merasa memiliki hubungan spesial dengan seseorang, tapi ternyata tidak.
Mempercayai bahwa mereka tidak sendiri, merasa memiliki dan menganggap seseorang istimewa. Namun ternyata ia tidak dianggap penting, juga tidak dianggap istimewa oleh orang tersebut. Sama seperti orang kampung yang baru pertama kali memesan kamar hotel tipe double. Berpikir bahwa tempat tidurnya selalu ada dua, ternyata hanya satu. Ukurannya saja yang lebih besar. πŸ˜…

Jadi, kamu yang mana? jomblo, single atau double?

Pesan saya, sebuah nasehat lama.
Teruslah berupaya memperbaiki kualitas diri, baik pendidikan, spritual, dan hubungan sosial. Suatu saat akan ada orang (jomblo yang entah ada dibelahan dunia mana) akan datang dengan cara-cara yang indah. Saat waktunya tiba, pastikan bahwa kamu layak menjadi manusia yang berpasang-pasangan. πŸ˜„ Lelaki yang baik untuk wanita yang baik, begitu juga sebaliknya.

Terakhir, sebelum tulisan ini saya akhiri. Mari sejenak kita menundukan kepala seraya berdoa bagi kesejahteraan para jomblo di negeri ini. Semoga mereka segera dipertemukan dengan sesama jomblo dan tumbuh benih-benih cinta. Dan hindarkanlah, semoga mereka tidak jatuh cinta pada pacar orang, apalagi istri orang..

Gorontalo, 03-03-2018
#Ditulis_sambil_ngopi



*Ide penulisan artikel ini terinspirasi dari salah satu status FB YM. Bhante Saccadhammo