Warning !

Baiklah, kalau teman-teman adalah keturunan atau ahli waris dari seorang konglomerat yang bapaknya kentut saja keluar uang, maka aku saranin berhenti membaca tulisan ini sekarang. Karena tulisan ini gak bakal berguna buat kalian.

Tapi, kalau teman-teman sama kayak aku, manusia biasa yang bapaknya kentut masih ngeluarin bau busuk, yang jalan-jalan ke mall seminggu sekali , beli motor masih kredit, tinggal dirumah kontrak, anak kos, rumah masih nyicil, sering minta ditraktir, sering bingung akhir bulan, maka aku saranin teman-teman baca tulisan ini sampai habis. Karena kita senasib sepenanggungan. 😅


Ditulisan kali ini, aku mau sharing apa saja yang harus teman-teman pertimbangkan sebelum memutuskan mengganti Hp atau smartphone lama dengan yang baru.

Apa saja?
Kita akan bahas satu-satu.

Baca-Sebelum-membeli-HP-Baru

Smartphone atau ponsel, baik IPhone ataupun Android sudah menjadi bagian dari lifestyle dan kebutuhan yang tidak mungkin digeser oleh teknologi lain saat ini. Kebanyakan dari kita, dalam rentang waktu 1 x 24 jam tidak pernah jauh dari radar smartphone.

Bahkan ada celetukan yang mengatakan, lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone.

Celetukan yang menggambarkan betapa Hp menjadi barang penting yang harus ada. Karena umumnya, banyak yang mengaku mati gaya tanpa kehadiran smartphone. Semacam sindrome smartphone 😄

Bangun pagi langsung cek ponsel, makan sambil cek ponsel, main game seharian, main tiktok, tidur bersama ponsel, bahkan ke toilet aja sambil bawa ponsel. Dunia serasa hampa tanpa kehadiran smartphone.


Ok. kita kembali ke pembahasan utama dalam tulisan ini...

Biasanya, alasan anak muda suka gonta ganti ponsel baru adalah, fitur kamera yang lebih bagus, kapasitas memori yang besar, atau baterai yang lebih tahan lama.

Jika hoby selfie atau foto-foto, maka kita akan cenderung memilih smartphone atau ponsel baru dengan fitur kamera yang bersih dan memiliki pixel besar. Walaupun kadang-kadang hasilnya sangat berbeda dari kondisi nyatanya. Maksud saya, pernah beberapa kali saya difoto menggunakan smartphone milik seorang teman. Dan hasilnya, jangan ditanya, kulit saya menjadi terlihat putih dan makin ganteng.

Walaupun senang, saya sepenuhnya menyadari keadaan yang sebenarnya. 😂

Beda lagi, bagi teman-teman yang hoby bermain game, maka smartphone dengan kapasitas memori RAM yang besar dan baterai lebih tahan lama menjadi barang yang diidam-idamkan.


Alasan kenapa diawal aku minta teman-teman yang kaya raya buat berhenti membaca tulisan ini sekarang juga, karena 3 pertimbangan sebelum gonta ganti smartphone yang aku maksud disini bukan semata soal spesifikasi smartphonenya, fitur-fitur smartphonenya, memori RAM yang besar atau kamera smartphone yang keren. Melainkan soal mempertimbangan kondisi keuangan yang teman-teman miliki.

Apakah sehat bagi kondisi keuangan teman-teman atau tidak?
dan apakah sudah saatnya ganti smartphone?

  • Pertama, Berapa Gaji Kamu?

Sebelum memutuskan mengganti Hp baru, sebaiknya pertimbangkan kondisi keuangan kamu. Khususnya besaran gaji yang diperoleh setiap bulannya.

Harga smartphone baru yang akan dibeli menjadi aspek penting yang perlu untuk diperhatikan. Kalau saya pribadi, saya akan membeli barang-barang konsumtif jika harganya setengah dari gaji saya perbulan, atau maksimal nominalnya sama dengan gaji per bulan saya.

Jadi, jika memang harus membeli smartphone baru, hindari membeli smartphone dengan harga yang terlalu mahal. Atau dengan kata lain teman-teman harus menabung selama berbulan-bulan untuk membelinya.

Membeli smartphone dengan harga yang sangat mahal akan berdampak, baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan kondisi keuangan kamu.


  • Kedua, Ingat Cicilan

Selanjutnya, pertimbangkan baik-baik jika kamu akan memutuskan membeli smartphone baru dan diwaktu bersamaan harus membayar berbagai cicilan setiap bulannya.

Entah cicilan rumah, cicilan kendaraan, atau membayar hutang yang wajib dibayar setiap bulannya.

Jika teman-teman mengalami kondisi seperti itu, maka ada baiknya untuk melakukan hitung-hitungan dengan besar gaji yang diterima setiap bulan. Tujuannya adalah untuk menghindari memburuknya kondisi keuangan kamu, jangan sampai ada cicilan yang tidak bisa terbayarkan gara-gara membeli smartphone baru.

  • Ketiga, Smartphone bukan investasi

Baiklah, ini point terakhir, saya pikir sangat penting untuk mengingatkan teman-teman terkait hal ini. Smartphone, baik android maupun iphone, adalah barang yang semakin lama akan mengalami penurunan nilai.

Smartphone mahal yang teman-teman beli akan mengalami penurunan harga secara terus menerus, apalagi jika memiliki series yang terus diupdate oleh perusahaan penjualnya.

Ketika Smartphone versi baru lahir, maka yang lama akan mengalami penurunan harga. Ada yang turun dalam batas wajar ada juga yang harganya bisa turun sangat drastis dalam waktu setelah dua atau tiga tahun.


Lalu, Kapan waktu yang tepat untuk mengganti Ponsel ?

Meski bukan hal yang salah, namun sebaiknya teman-teman mengganti smartphone saat keadaan sudah mendesak sehingga mengakibatkan ponsel lama tidak lagi bisa digunakan.

Misalnya, jika terjadi salah satu keadaan berikut ini :

  • Rusak parah karena jatuh dan terlindas kendaraan, remuk karena tertindis alat berat, atau dihantam meteor, sehingga remuk redam dan mati total alias tidak bisa digunakan lagi.

  • Jatuh ke dasar sungai, danau, lautan samudra, atau masuk kloset (dan tak sengaja tersiram masuk spiteng), sehingga tidak bisa terselamatkan lagi.


  • Hilang dicuri maling dan tak pernah kembali (karena malingnya gak taubat) 😓

  • Tuntutan profesi pekerjaan, semisal smartphone sebagai alat kerja sehingga membutuhkan smartphone dengan kapasitas RAM yang lebih besar dan mengharuskan teman-teman untuk mengganti atau membeli smartphone baru.

Jadi, jika seandainya smartphone lama kamu masih dapat berfungsi dengan baik untuk mendukung kegiatan kamu sehari-hari, tidak perlu menggantinya dengan ponsel pintar baru.

Lagipula fiturnya kan cuma berbeda sedikit, misalnya hanya ada peningkatan pada fitur kamera di ponsel terbaru.

Jangan sampai, hanya karena mengikuti trend dan gaya hidup, kamu harus mengalami permasalahan keuangan yang serius.