Memasuki usia 30an menjadi salah satu tahapan penting dalam kehidupan Anda. Karena diusia tersebut, biasanya kebanyakan orang sudah memasuki biduk rumah tangga. Bahkan mungkin sudah memiliki satu atau dua anak.

Sehingga memiliki kondisi keuangan yang sehat menjadi salah satu kondisi yang sangat didambakan oleh setiap orang saat memasuki usia 30an. Baik untuk menjamin kehidupan keluarga yang lebih baik, maupun mempersiapkan stabilitas keuangan untuk waktu-waktu mendatang.

Jadi tulisan ini ditujukan untuk teman-teman yang sudah berusia 30an maupun anak-anak muda yang belum dan akan memasuki usia 30an, sehingga bisa mengantisifasi lebih awal semua bentuk kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang umumnya (secara sadar ataupun tidak) sering dilakukan oleh kebanyakan orang.

Berikut ini, adalah 5 Kesalahan Manajemen Keuangan Yang Harus Anda Hindari Memasuki Usia 30an, serta bagaimana solusi memperbaikinya hari ini.


#1. Gaya Hidup Diluar Kemampuan Anda

Mungkin bagi beberapa orang, nasehat yang sering saya lihat diberanda media sosial berikut ini terdengar kurang sopan. 

"Bergayalah sesuai isi dompetmu."

Kalimat singkat yang bisa jadi nasehat, atau sindiran halus diwaktu yang sama.

Tapi, kita tidak bisa pungkiri bahwa banyak orang yang terjebak dalam lifestyle yang tidak berbanding lurus dengan isi dompetnya. (*dan mudah-mudahan Anda bukan salah satunya 😄 )

Dengan memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap yang terbilang mencukupi atau bahkan berlebih, gaya hidup yang selalu menginginkan barang-barang branded atau makan di restaurant-restaurant mahal setiap hari, atau perilaku komsumtif yang berlebihan akan membuat Anda (cepat atau lambat) mengalami masalah keuangan yang sangat serius. 

Jangankan untuk disisihkan agar bisa ditabung, gaya hidup yang demikian hanya akan membawa Anda pada tagihan kartu kredit yang terus membengkak atau lilitan hutang yang makin lama akan semakin bertumpuk-tumpuk.

Jika Anda merasa memiliki kebiasaan-kebiasaan tersebut saat ini (bahkan jika usia Anda belum 30an), sebaiknya segera mengambil langkah-langkah sebelum anda terjebak dalam masalah atau kesulitan keuangan yang lebih serius.

Anda harus memperbaiki keadaan tersebut sebelum masalah keuangan akan mengikat leher Anda sendiri, 


Bagaimana caranya?


Cara terbaik untuk mengatasi kebiasaan tersebut, langkah pertamanya adalah luangkan sedikit waktu Anda untuk membuat sebuah rencana anggaran.

Anda dapat merinci jumlah pendapatan setiap bulannya, serta pengeluaran untuk kebutuhan apa saja yang akan dibelanjakan. Ingat, utamakan barang/jasa yang menjadi kebutuhan saja.
Dengan cara ini, teman-teman akan sangat mudah melacak seluruh uang yang digunakan untuk keperluan apa saja. Sehingga akan sangat mudah melakukan evaluasi setiap akhir bulannya.

Langkah selanjutnya, teman-teman harus berkomitmen untuk menjalankan rencana keuangan tersebut. Sangat percuma menyusunnya jika teman-teman sendiri tidak berusaha mematuhinya.


#2. Tidak Menabung Untuk Keadaan Darurat.

Apa yang akan terjadi esok hari?
Seminggu lagi?
Bulan depan? atau
Tahun depan?

Sebaik apapun rencana yang kita buat untuk hari esok, kita tidak pernah akan benar-benar tahu apa yang akan terjadi.
Bisa saja teman-teman jatuh sakit, atau istri dan anak-anak yang sakit.
Bencana alam atau kecelakaan yang tidak diduga-duga.
Orang tua yang jatuh sakit, atau keadaan darurat lainnya yang membutukan respon cepat.

Ya, kita tidak pernah tahu kapan keadaan darurat itu akan datang.

Oleh karena itu, sangat penting diusia ini teman-teman mulai menyisihkan sebagian penghasilan teman-teman untuk tabungan darurat. Untuk berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

*Sebaiknya, teman-teman membuka buku rekining tersendiri untuk tabungan darurat ini.


#3. Tidak Menabung Untuk Masa Pensiun Anda.

Tidak pernah ada istilah terlalu muda untuk mulai menabung demi hari-hari yang luar biasa dimasa pensiun teman-teman setelah berpuluh tahun nanti.

Semakin awal teman-teman memulai, akan semakin baik. Karena jumlah tabungan untuk masa pensiun tersebut akan lebih banyak.

Untuk melakukannya, teman-teman bisa memanfaatkan berbagai fasilitas perbankan, investasi, atau menggunkan jasa-jasa perusahaan asuransi untuk menyimpan uang tersebut.



#4. Tidak Mempersiapkan Masa Depan Anak-Anak Anda.

Bagi sebagian teman-teman yang membaca artikel ini, khususnya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, mempersiapkan tabungan pendidikan bagi anak adalah suatu keharusan. Apalagi teman-teman yang tidak ingin keteteran memenuhi biaya pendidikan anak, utamanya biaya pada jenjang pendidikan pasca sekolah menengah yang dari waktu ke waktu semakin mahal.

Memulai rencana tabungan pendidikan saat usia anak masih kecil adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa teman-teman berikan. Kelak anak-anak bisa menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya tanpa harus berpikir keras untuk membayar biaya pendidikan.

#5. Menghindari "Membicarakan Uang" dengan Pasangan Anda.

Kesalahan keuangan terakhir yang sering dilakukan oleh orang-orang yang telah memasuki usia 30an adalah tidak pernah berdiskusi atau membicarakan kondisi keuangan bersama pasangannya. Padahal, salah satu penyebab memburuknya hubungan rumah tangga bisa disebabkan oleh tidak sehatnya kondisi keuangan.

Teman-teman tidak perlu terlihat sebagai suami yang serba ada, setiap keinginan istri dan anak-anak selalu dipenuhi.


Pasangan teman-teman juga harus tahu kondisi keuangan setiap bulannya, sehingga bersama-sama bisa mencari pemecahan setiap masalah keuangan. Berapa yang bisa disisihkan sebagai tabungan dan berapa pengeluaran untuk keperluan sehari-hari.

Diskusi demikian bisa teman-teman lakukan kapan saja, sambil duduk-duduk sore dan menikmati secangkir kopi atau teh hangat atau menyelipkannya sebelum tidur malam. Intinya, paling tidak lakukan pembicaraan tersebut setiap minggu atau dua minggu sekali.